Sebar Hoaks Kerusuhan 22 Mei, Penyiar Radio Ditangkap Polisi

Sebar Hoaks Kerusuhan 22 Mei, Penyiar Radio Ditangkap Polisi
Togel Online Terpercaya

Togel Online - Penyiar radio swasta di Kota Bandung berinisial DP (31) ditangkap jajaran Satreskrim Polres Sumedang, Jawa Barat.

Pemuda asal RT 003 RW 007, Dusun/Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat ini, diamankan karena menyebar kebencian dengan me-repost informasi hoaks pasca unjuk rasa 22 Mei di Jakarta.

Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo mengatakan, DP ditangkap karena terbukti menyebarkan informasi hoaks.

Postingan hoaks tersebut, kata Hartoyom diunggah di media sosial Facebook pribadi miliknya dengan nama akun DP.

''Tersangka me-repost postingan milik orang lain kemudian membumbuinya dengan komentar pribadinya yang juga provokatif pasca kerusuhan pertama oleh perusuh di Jakarta pada 22 Mei dini hari kemarin,'' ujarnya kepada sejumlah wartawan saat menggelar jumpa pers di Mapolres Sumedang, Kamis (23/5/2019) sore.


Hartoyo menuturkan, tersangka DP sebelumnya memosting tiga informasi hoaks berikut video yang disebut oleh tersangka terjadi pada 22 Mei dan tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

''Sesuatu tidak benar ditambahin lagi tidak benar. Akan menimbulkan kebencian baru. Ini sangat jahat sekali. Menyebarkan kebencian dan mengajak orang untuk terhasut, hal yang dilakukannya ini merupakan bentuk fanatisme sempit,'ujarnya.

Hartoyo menyebutkan, sebelumnya tersangka telah menghapus seluruh postingan hoaks tersebut.

Namun, sebelum dihapus tersangka, jajaran Polres Sumedang telah berhasil melakukan screenshot Facebook tersangka.

Hartoyo menambahkan, selain mengamankan tersangka, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti. Mulai dari screenshot status hoaks tersangka dan handphone milik tersangka.

''Tersangka dijerat UU ITE Pasal 45 junto Pasal 207 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 6 tahun. Jadi ini tidak main-main. Kami juga menghimbau warga Sumedang  untuk lebih bijak dalam bermedsos. Tidak asal posting atau repost status ynag tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya,'' jelasnya.

Sementara itu, DP mengaku menyesali perbuatannya. Ia memposting tiga status hoaks berikut ujaran kebencian pasca unjuk rasa 22 Mei itu karena emosi sesaat.

''Emosi sesaat, saya repost, spontanitas karena kemarahan yang terjadi begitu saja dan akhirnya saya posting. Sebelum saya ditangkap, tiga status itu sebenarnya sudah saya hapus. Karena saya merasa ini dari sumber yang tidak valid dan menyesal pernah memostingnya. Ini keteledoran luar biasa, jadi pelajaran berharga buat saya,'' ucapnya.

Dengan postingan itu, DP mengaku dirinya tidak berniat untuk memprovokasi tapi justru orang yang terprovokasi.

''Saya sampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Indonesia, khususnya kepada seluruh jajaran kepolisian. Tidak ada niat saya untuk memprovokasi tapi status itu saya buat justru karena saya yang terprovokasi,'' katanya.

Komentar

  1. semoga kita semua tidak mudah percaya dengan apa apa yang belum tentu jelas ada buktinya, terimakasih infonya gan,.
    www.barracudaessence.com

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Kerja VPN yang Jadi Penyelamat Netizen Saat Medsos Dibatasi

5 Alasan Kamu Beruntung Karena Tak Bersekolah di Korea Selatan

5 Fakta Miris Ini Bisa Membuatmu Enggan Pacaran Dengan Cewek Dari Negara ini