Pengakuan Mantan Muncikari yang Jual ABG di Pangkalpinang, Papi Dapat Pelanggan Sampai ke Singapura
![]() |
| Togel Terbaik |
Togel Online - Praktik Prostitusi ABG di Pangkalpinang ternyata sudah tumbuh cukup lama. Fakta yang mengejutkan, ternyata banyak diantara mereka yang terjebak prostitusi ini adalah cewek ABG yang berasal dari desa, jauh dari kota.
Mengapa para cewek ABG itu rela menjajakkan tubuhnya untuk pria hidung belang. Bangka pos berhasil melakukan wawancara kepada seorang mantan mucikari, seorang pria berusia 29 tahun berinisial SA yang telah bergelut di dunia prostitusi online di pangkalpinang sejak tahun 2012.
Ia kini telah berhenti menjadi 'Papi' untuk puluhan anak asuhnya sejak sebuah peristiwa yang hampir merenggut nyawanya. SA kini berhasil belajar berusaha di jalan yang halal,
Berikut petikan wawancara SA yang dilakukan wartawan bangka pos selama dua kali di tempat yang berbeda di Pangkalpinang, 24 dan 26 maret 2019:
Apa Kabar, apa pekerjaan Anda sekarang?
Sekarang mencoba mencari kerja halal, macam-macam pekerjaan, sejak berhenti jadi ''papi'' tahun 2018 lalu.
Mengapa Berhenti jadi Mucikari
Saya dapat teguran dari Allah, dalam mimpi saya seusai peristiwa kecelakaan yang saya alami, saya ditanya apakah sudah siap mati. Akhirnya saya sadar dan Alhamdulillah tidak mau lagi terjerumus.
Bagaimana awal, Anda terjerumus dalam dunia prostitusi Menjadi Muncikari?
Waktu 2012 lalu, awalnya saya putus cinta, waktu itu saya berpikiran bagaimana cara tidur dengan cewek tapi gratis. Saya mulai berteman dengan banyak cewek, berpindah-pindah kos, sampai sering diajak temanin karoke dan tempat hiburan malam. Dari situlah, awalnya ketika ada cewek yang diminta dicarikan tamu yang bisa bayar.
Berapa tarif cewek yang minta dicarikan tamu? Anda dapat berapa?
Waktu itu si cewek minta Rp 1 juta, saya tawarkan ke pembeli Rp 1,5 jt plus Rp 200 ribu untuk uang jalan. Bersih-bersihnya saya dapat 500 ribu.
Mereka berasal dari mana saja?
Kalau jumlah tak ingat, tapi ada yang dari Pangkalpinang red dan dari kampung ( desa luar Pangkalpinang). dari kampung paling banyak.
Mengapa banyak yang dari kampung terjebak bisnis prostitusi?
Saya tidak pernah mengiming-iming kan apapun pada mereka. Mungkin mereka sadar kehidupan di kota keras, sementara mereka mau hidup nyaman, gaya hidup orang kota. Awalnya ikut-ikut Karoke, lama kelamaan mau di BO (Booking Out) diajak ML.
Dalam satu hari berapa cewek yang kamu jual?
Kadang sore bisa 3 cewek, belum malamnya yang pesen.
Siapa saja yang pesan cewek-cewek itu? Apakah kamu punya pelanggan?
Waktu masih aktif jadi mucikari, kamis, jumat, sabtu, minggu pasti ada yang pesan, Saya punya pelanggan dari batam, Jakarta dan Malaysia. Kalau yang lokal, ada juga bos sawit dari k*** tiap jumat pesan cewek.
Pelanggan anda dari luar negeri? Bagaimana bisa mendapat jaringan sampai kenal kamu?
Awalnya ia pesan ke orang hotel, karena sudah sering pesan, dia langsung ke saya. Tak lewat perantara lagi. Mereka kalau ke Bangka, masuk ke hotel langsung pesan. Kalau pemesan lokal, adalah bos timah, tapi nggak jadi pelanggan, hanya pesan sesekali saja.
Adakah pelanggan pesan khusus, misalnya butuh cewek perawan?
Saya baru sekali menjual perawan, waktu itu Rp 35 juta dibayar as**-as** orang Pangkalpinang. Tapi bukan saya yang nganter, ada temen. Pada prinsipnya saya tidak pernah cari pelanggan, tapi mereka yang menghubungi, nggak sembarang orang.
Setelah berhenti jadi mucikari, adakah pelanggan yang pesan cewek dan tanya-tanya alasan kamu berhenti?
Ada pelanggan dan cewek yang minta dicari tamu, tapi saya bilang udah setop. Tak mau lagi cari tamu, Sejak dapat Hidayah waktu itu, saya sadar!

Komentar
Posting Komentar